
Masjid Nabawi: Sekilas Sejarah
Masjid Nabawi, yang terletak di Madinah, didirikan oleh Nabi Muhammad SAW dan merupakan tempat tersuci kedua bagi umat Islam setelah Ka'bah di Makkah. Semuanya bermula ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau berhijrah ke Madinah pada masa-masa awal Islam. Terletak di pusat kota, masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah, pusat kegiatan masyarakat, pengadilan, dan pusat interaksi sosial.
Kini, masjid ini menyimpan sejumlah barang milik Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau. Selama bertahun-tahun, Masjid Nabawi menjadi tempat penyebaran ajaran dan ceramah Nabi Muhammad SAW sepanjang sejarah Islam.
Selain itu, Masjid Quba Madinah yang berada di dekatnya merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini menyediakan makanan dan tempat tinggal bagi umat Islam generasi awal, serta berperan penting dalam mempererat hubungan di tengah masyarakat Islam pada masa awal.

Gerbang Masjid Nabawi: Jalan Menuju Ketenangan
42 gerbang Masjid Nabawi menjadi pintu masuk megah menuju masjid suci yang indah ini. Pintu-pintu ini mengundang para peziarah untuk masuk dengan hormat dan penuh keimanan, sekaligus menjadi awal perjalanan simbolis.
Gerbang-gerbang tersebut mengingatkan kita akan hubungan abadi antara agama, pengabdian, dan sejarah Nabi Muhammad SAW. Mari pelajari secara terperinci semua hal yang perlu Anda ketahui tentang gerbang Masjid Nabawi.
- Baab-As-Salaam (Gerbang ke-1)
Bab al-Salam, yang berarti "Gerbang Kedamaian," adalah gerbang pertama yang dijumpai para peziarah saat memasuki Masjid Nabawi. Gerbang ini dibangun oleh Sayyidina Umar ibn al-Khattab radhiyallahu 'anhu pada tahun 18 Hijriah dan terletak di sisi barat masjid.
Meskipun kini tidak lagi berada di lokasi aslinya, Bab al-Salam tetap menjadi salah satu gerbang pertama yang dilewati pengunjung saat masuk untuk menyampaikan salam di tempat peristirahatan suci Nabi Muhammad SAW.
- Gerbang Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq radhiyallahu 'anhu (Gerbang ke-2)
Bab Abu Bakr as-Siddiq adalah gerbang kedua Masjid Nabawi, yang namanya diberikan saat renovasi pertama masjid. Awalnya berupa gerbang yang lebih kecil, kemudian dipindahkan ke sisi barat masjid dalam perluasan-perluasan berikutnya.
- Gerbang Bab-Ur-Rahman (Gerbang ke-3)
Gerbang Bab-Ur-Rahman awalnya dibangun oleh Nabi Muhammad SAW, lalu dipindahkan ke sisi barat dari lokasi aslinya. Gerbang ini juga dikenal sebagai Bab e Atiqa dan berada dekat area parkir 2A serta 2B.
- Gerbang Hijrah (Gerbang ke-4)
Terletak di sisi barat Masjid Nabawi, Gerbang Hijrah memiliki struktur dengan dua lengkungan. Gerbang ini dinamai untuk mengenang Hijrah Nabi Muhammad SAW. Awalnya gerbang ini hanya memiliki dua bukaan, tetapi dalam renovasi berikutnya ditambahkan dua pintu lagi sehingga jumlahnya menjadi empat.
Saat masuk melalui gerbang ini, pengunjung dapat melihat Jam Hijriah yang terkenal, yang berdentang tepat pada pukul 12. Tempat parkir bawah tanah terdekat adalah 2A dan 2B.
- Gerbang Quba (Gerbang ke-5)
Terletak mengarah ke Desa Quba, di sebelah selatan Masjid Nabawi, Gerbang Quba memiliki desain dengan tiga lengkungan. Blok Raja Fahd berada di dekatnya. Area parkir bawah tanah terdekat adalah 3A dan 3B.
- Gerbang 6: Masjid Nabawi (Gerbang ke-6)
Para peziarah yang mengunjungi masjid dapat menggunakan lift dari gerbang ini untuk menuju atap Masjid Nabawi. Area parkir terdekat adalah 4A, 4B, 5A, dan 5B.
- Gerbang Raja Saud (Gerbang ke-7, ke-8, dan ke-9)
Dinamai menurut Raja Saud bin Abdulaziz rahimahullah, yang memprakarsai perluasan pertama Masjid Nabawi, Gerbang Raja Saud terletak di sisi barat daya masjid. Gerbang ini dapat diakses para peziarah dan terkenal karena berada dekat salah satu menara tertinggi di antara enam menara. Area parkir terdekat dari gerbang ini adalah 6A dan 6B.
- Gerbang Imam al-Bukhari rahimahullah (Gerbang 10)
Gerbang 10, yang juga dikenal sebagai Gerbang Imam al-Bukhari rahimahullah, terletak di sisi barat Masjid Nabawi, di antara Gerbang Raja Abdul Majid rahimahullah dan Gerbang Raja Saud rahimahullah. Area parkir terdekat dari gerbang ini adalah 6A dan 6B.
- Gerbang Aqiq (Gerbang 11)
Terletak di sisi barat Masjid Nabawi, Gerbang Aqiq dinamai menurut Wadi al-Aqeeq di Madinah, sebuah lembah tempat tinggal beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW. Tempat parkir terdekat adalah 7A dan 7B.
- Gerbang Sultan Abdul Majeed rahimahullah (Gerbang ke-12, ke-13, dan ke-14)
Terletak di sisi barat laut perluasan Malik Fahad, gerbang ini memiliki dua pintu besar, lima pintu kecil, dan sebuah menara. Namanya diambil dari Sultan Abdul Majeed rahimahullah dari Kesultanan Utsmaniyah. Area parkir terdekat adalah 7A dan 7B.
- Bab Umar ibn al-Khattab (Gerbang ke-16, ke-17, dan ke-18)
Terletak dekat kompleks utama, gerbang ini mengarah ke sebuah perpustakaan di dekat tembok utara. Gerbang ini dinamai menurut Khalifah Sayyidina Umar ibn al-Khattab radhiyallahu 'anhu dan memiliki total 18 pintu. Tempat parkir terdekat adalah 8A dan 8B.
- Gerbang Badr (Gerbang 19)
Gerbang Badr, yang terletak di sisi utara masjid, memiliki ukiran marmer berupa ayat dari Surah al-Hijr (15:46) yang berbunyi, “Masuklah dengan damai (dalam keadaan aman dan tenteram).” Tempat parkir bawah tanah terdekat adalah 9A dan 9B.
- Gerbang Raja Fahd rahimahullah (Gerbang ke-20, ke-21, dan ke-22)
Dinamai menurut Raja Fahd bin Abdulaziz al-Saud rahimahullah, Gerbang Raja Fahd merupakan pintu masuk utama dari sisi utara Masjid Nabawi. Gerbang ini memiliki lima kubah, tujuh pintu, dan dua menara. Area parkir terdekat adalah 10A dan 10B.
- Gerbang Uhud (Gerbang 23)
Gerbang 23 dinamai menurut Lembah Uhud yang terkenal, tempat terjadinya Perang Uhud. Gerbang ini terletak di kaki lembah tersebut dan termasuk salah satu gerbang kecil di Masjid Nabawi. Area parkir terdekat adalah 10A dan 10B.
- Gerbang Sayyidina Usman bin Affan radhiyallahu 'anhu (Gerbang ke-24, ke-25, dan ke-26)
Gerbang ini dinamai menurut khalifah ketiga, Sayyidina Usman ibn Affan radhiyallahu 'anhu. Gerbang ini merupakan salah satu gerbang terbesar Masjid Nabawi dan terletak dekat tempat parkir bawah tanah 11A dan 11B. Perempuan dapat masuk melalui gerbang ini untuk menuju gerbang Raudhah (Riyadhul Jannah).
- Gerbang Sayyidina Ali ibn Abi Talib radhiyallahu 'anhu (Gerbang ke-28, ke-29, dan ke-30)
Dinamai menurut sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW, salah satu pintu masuk terbesar Masjid Nabawi adalah Gerbang Sayyidina Ali ibn Abi Talib radhiyallahu 'anhu. Gerbang ini terletak di sepanjang tembok timur masjid, dekat tempat parkir bawah tanah 12 dan 13.
- Gerbang Sayyidina Abu Dharr al-Ghifari radhiyallahu 'anhu (Gerbang ke-31 dan ke-32)
Sayyidina Abu Dharr al-Ghifari radhiyallahu 'anhu adalah sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW dan orang kelima yang memeluk Islam. Gerbang ini terletak di antara Bab e Ali dan Bab e Abdul Aziz. Tempat parkir bawah tanah 12 dan 13 adalah yang terdekat dari gerbang ini.
- Gerbang Abdul Aziz (Gerbang ke-33, ke-34, dan ke-35)
Dengan dua pintu besar, lima pintu kecil, dan sebuah menara, Gerbang Abdul Aziz merupakan salah satu gerbang terbesar Masjid Nabawi. Area parkir terdekat adalah 12A dan 13A.
- Gerbang 36 Masjid Nabawi
Meskipun gerbang ini tidak memiliki nama resmi, gerbang ini memberikan akses menuju tempat pemakaman Nabi Muhammad SAW. Tersedia akses lift yang mengantarkan para peziarah ke atap.
- Gerbang Makkah (Gerbang ke-37)
Juga dikenal sebagai Gerbang Makkah, gerbang ini terletak di tembok selatan perluasan Malik Fahad dan menghadap ke arah Makkah. Desainnya mengikuti pola arsitektur gerbang asli. Tempat parkir bawah tanah terdekat adalah 1A dan 1B.
- · Gerbang Sayyidina Bilal ibn Rabah radhiyallahu 'anhu (Gerbang ke-38)
Sayyidina Bilal ibn Rabah radhiyallahu 'anhu, muazin pertama dalam Islam, dihormati melalui gerbang nomor 38, salah satu dari empat pintu masuk di sisi selatan Kompleks Raja Fahd rahimahullah. Pengunjung yang hendak menuju Riyadhul Jannah harus mengantre di depan gerbang ini untuk masuk. Gerbang ini dekat dengan tempat parkir bawah tanah 1A dan 1B.
- Bab un Nisa (Gerbang ke-39)
Gerbang Perempuan di Madinah dibangun pada masa kekhalifahan Sayyidina Umar ibn al-Khattab radhiyallahu 'anhu agar perempuan dapat dengan mudah masuk dan keluar dari area masjid. Awalnya terbuka bagi semua orang, penggunaannya kemudian dibatasi untuk perempuan pada masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah.
Namun, saat ini gerbang tersebut terutama digunakan oleh laki-laki dan tetap menjadi salah satu gerbang terdekat dari makam Nabi Muhammad SAW. Area parkir bawah tanah terdekat adalah 2A dan 2B.
- Bab Jibrel (Gerbang ke-40)
Gerbang ini melambangkan Malaikat Jibril AS yang memasuki kediaman Nabi Muhammad SAW. Gerbang ini juga disebut Bab e Nabi. Gerbang ini diketahui dipindahkan ke arah timur seiring dengan perluasan Masjid Nabawi. Tempat parkir bawah tanah terdekat adalah 2A dan 2B.
- Bab ul Baqi (Gerbang ke-41)
Gerbang 41 adalah gerbang yang paling dekat dengan tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW. Gerbang ini memiliki dua inskripsi berbahasa Arab dan satu menara. Tempat parkir terdekat dari gerbang ini adalah 2A dan 2B.
- Gerbang Aiymah (Gerbang ke-42)
Terakhir, ada Gerbang Aiymah yang juga dikenal sebagai “Gerbang Para Imam”. Gerbang ini merupakan yang terkecil di Masjid Nabawi dan memberikan akses ke Raudhah-e-Rasool. Gerbang ini terutama digunakan oleh para imam masjid dan berada dekat Mihrab Usmani. Gerbang ini paling dekat dengan tempat parkir bawah tanah 2A dan 2B.

Keindahan Arsitektur Gerbang Masjid Nabawi
Arsitektur Masjid Nabawi yang terperinci dan indah mencerminkan sejarah perkembangannya yang kaya, menambah pesona tampilannya selain nilai religiusnya. Gerbang-gerbang masjid, yang bukan sekadar pintu masuk, merupakan bagian penting dari arsitektur ini dan turut memperindahnya.
Perluasan dan renovasi masjid yang dilakukan Arab Saudi belakangan ini telah meningkatkan kapasitas jemaah secara signifikan. Karena itu, nilai sejarah, spiritualitas, dan kemegahan 42 gerbang Masjid Nabawi perlu dipahami dengan baik agar keindahannya dapat diapresiasi.

Gerbang sebagai Saksi Sejarah dan Makna Simbolisnya
Gerbang-gerbang megah Masjid Nabawi ini telah memberi pengaruh yang halus tetapi mendalam terhadap sejarah masjid dalam banyak hal. Lebih dari sekadar pintu masuk, setiap gerbang memiliki desain khas yang mencerminkan lingkungan sosial-politik dan selera arsitektur pada zamannya. Gerbang-gerbang ini juga menjadi simbol kekuasaan, identitas budaya, dan nilai spiritual.
Gerbang-gerbang tersebut menampilkan ciri khas arsitektur Utsmani yang mudah dikenali, mencerminkan dedikasi dan pengabdian para penguasa Muslim dari berbagai negeri di seberang lautan. Pada masa-masa awal, ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya berhijrah ke Madinah, masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah, pusat kegiatan masyarakat, dan pengadilan.
Hingga kini, masjid ini tetap menjadi tempat pengajaran agama dan penyampaian khotbah, serta menyimpan barang-barang milik Nabi Muhammad SAW dan para sahabat terdekat beliau.
Temukan hotel-hotel terbaik di dekat Masjid Nabawi di Medinahotels.co untuk menginap dengan nyaman dan praktis.






