15 Jumadilawal 1448 H·26 Okt 2026·4:20 AM(Waktu Madinah)

Sekilas tentang Masjid Nabawi
Panduan Umrah & Ziarah

Sekilas tentang Masjid Nabawi

Dipublikasikan pada 4 menit baca

Oleh S Batool

Destinasi
tanggal
Tamu 1 kamar, 2 dewasa, 0 anak
CARI

Dibangun sendiri oleh Nabi Muhammad SAW, Masjid Nabawi (Arab:‎) adalah masjid tersuci kedua dalam Islam. Terletak di Madinah, Arab Saudi, masjid ini merupakan masjid terbesar kedua di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah.

Masjid ini menjadi tempat peristirahatan Nabi Muhammad SAW dan memiliki arti spiritual mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Lalu, apa yang kita ketahui tentang Masjid Nabawi? Mari kita telusuri sejarah dan maknanya.

Sejarah Singkat

Masjid pertama yang dibangun di lokasi ini didirikan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW pada 622 M. Beliau memilih lokasi ini karena saat itu tempat tersebut merupakan rumah beliau.

Masjid awal ini berukuran kecil, hanya 30 m x 35 m, dengan dinding dan atap yang terbuat dari batu bata lumpur dan batang pohon kurma. Namun, ketika Sayyidina Umar bin al-Khattab radhiyallahu 'anhu menjadi khalifah pada 634 M, beliau memutuskan untuk membangun masjid yang layak di sekitar halaman tengah.

Beliau membangun gedung persegi panjang sederhana berdinding lumpur dan bertiang kayu yang dapat menampung 3.000 orang untuk salat. Masjid ini menandai awal arsitektur Islam, yang kemudian berkembang pesat di berbagai negara Timur Tengah.

Selama berabad-abad, banyak penguasa memperluas atau membangun kembali bagian-bagian masjid agar dapat menampung lebih banyak jemaah. Salah satu proyek renovasi besar berlangsung pada masa pemerintahan Raja Abdullah bin Abdulaziz pada 1995, ketika beliau menambahkan area salat khusus wanita dan memperluas bagian lain masjid.

Arsitektur

Kubah Hijau (al-Qubbah al-Khaḍrā')

Kubah Hijau merupakan salah satu ciri Masjid Nabawi yang paling mudah dikenali dan menjadi lambang pentingnya masjid ini bagi umat Islam di seluruh dunia.

Kubah ini pertama kali dibangun oleh Khalifah al-Mansur pada 778 M, tetapi telah direnovasi dan dipugar berkali-kali sepanjang sejarahnya. Versi yang ada saat ini dibangun pada 1817 oleh Sultan Mahmud II dan dikenal luas sebagai salah satu landmark paling ikonis di Madinah.

Kubah hijau dan menara Masjid an-Nabawi terlihat dari seberang plaza pada pagi hari
Kubah hijau dan menara Masjid an-Nabawi terlihat dari seberang plaza.

Raudhah (Riyadhul Jannah) & Raudhah Rasul (Makam Nabi Muhammad SAW)

Raudhah (Riyadhul Jannah) adalah area yang terletak di antara dua menara di dalam kompleks Masjid Nabawi dan menandai lokasi tempat Nabi Muhammad SAW salat setelah tiba di Madinah.

Di area ini juga terdapat makam beliau yang dikenal sebagai Raudhah Rasul, tempat yang sangat dimuliakan oleh umat Islam yang berkunjung untuk menyampaikan salam dan penghormatan. Pengunjung biasanya terlihat berdiri atau duduk dengan khusyuk berdoa di sekitar area ini, sementara yang lain melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Menara Masjid Nabawi & Dikkat al-Aghwat dan al-Suffah

Menara-menara Masjid Nabawi menjulang tinggi di atas dinding masjid dan dapat terlihat dari kejauhan. Keempat menara ini termasuk di antara bangunan Islam tertua yang masih berdiri hingga kini dengan rancangan aslinya tetap terjaga.

Selain menara-menara tersebut, pengunjung juga dapat menemukan dua tempat lain—Dikkat al-Aghwat dan Dikkat al-Suffah—yang digunakan untuk salat pada masa Nabi Muhammad SAW dan hingga kini mengingatkan orang-orang akan ajaran beliau. 

Kanopi payung terbuka dan menara di atas pelataran Masjid an-Nabawi pada siang hari
Kanopi payung menaungi pelataran Masjid an-Nabawi.

Perpustakaan Masjid Nabawi & Ruang Salat Ottoman & Halaman Ottoman

Perpustakaan Masjid Nabawi, yang rampung pada masa pemerintahan Sultan Ottoman Suleiman I, menyimpan manuskrip penting terkait sejarah Islam, termasuk salinan kitab-kitab hadis yang memuat perkataan yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat ruang salat yang dibangun pada era Ottoman dengan dekorasi aslinya yang masih terjaga, serta beberapa halaman yang terbuka untuk umum.

Lengkungan bergaris hitam putih dan kepala kolom bersepuh emas di dalam salah satu ruang salat Masjid an-Nabawi
Lengkungan bergaris dan kepala kolom bersepuh emas di salah satu ruang salat Masjid an-Nabawi.

Baca juga:

Makna di Balik Masjid Nabawi

Masjid Nabawi memiliki arti spiritual yang sangat besar bagi umat Islam di seluruh dunia karena pentingnya dalam sejarah dan tradisi Islam.

Seperti yang telah disebutkan, di sinilah Nabi Muhammad SAW menetap tak lama setelah hijrah dari Makkah ke Madinah; karena itu, tempat ini menandai salah satu momen penting dalam sejarah Islam sekaligus mengingatkan bahwa beliau adalah salah seorang nabi Allah di muka bumi.

Selain itu, banyak orang meyakini bahwa berbagai mukjizat terjadi di tempat ini; karena itu, masjid ini memiliki arti penting keagamaan bagi umat Islam yang datang dari seluruh dunia setiap tahun untuk berziarah dalam rangka haji atau umrah (ibadah haji kecil).

Kesimpulan:

Masjid Nabawi merupakan tempat penting dalam budaya dan sejarah Islam karena kaitannya dengan Nabi Muhammad SAW, yang membangunnya tak lama setelah hijrah dari Makkah ke Madinah pada 622 M.

Masjid ini juga menandai momen-momen penting dalam tradisi Islam, seperti pembangunan gedung persegi panjang berdinding lumpur dan bertiang kayu oleh Sayyidina Umar bin al-Khattab radhiyallahu 'anhu, yang mengawali arsitektur Islam; menjadikannya karya arsitektur penting hingga kini.

Selain itu, banyak orang meyakini bahwa mukjizat pernah terjadi di sini, sehingga menambah bobot spiritual bagi mereka yang berkunjung dari berbagai penjuru dunia setiap tahun untuk berziarah dalam rangka haji atau umrah (ibadah haji kecil). Semua alasan ini menjadikan Masjid Nabawi salah satu tempat tersuci dalam Islam bagi umat beriman di berbagai benua hingga kini!

Hotel dekat Al Masjid an Nabawi

Hotel dekat

Masjid Nabawi

Lihat harga