18 Jumadilawal 1448 H·29 Okt 2026·10:30 PM(Waktu Madinah)

Wadi-E Jinn in Quran
Jelajahi Arab Saudi

Waadi-e Jinn: Panduan Lengkap tentang Lembah Misterius di Madinah

Dipublikasikan pada 3 menit baca

Oleh MedinaHotels.co

Destinasi
tanggal
Tamu 1 kamar, 2 dewasa, 0 anak
CARI

Waadi-e Jinn adalah objek wisata populer yang terletak hanya 300 km dari kota Madinah. Tempat ini terkenal karena berbagai alasan, termasuk hal-hal yang menyeramkan, sehingga memikat orang-orang yang penasaran dari seluruh dunia.

Misteri paling menarik yang melekat pada lembah luas ini adalah mobil dan kendaraan mulai bergerak maju di lembah tanpa ada pengemudi yang mengendalikan kemudi atau gaya eksternal lain yang mendorongnya.

Kendaraan-kendaraan itu mulai bergerak ke arah Madinah, dan orang-orang meyakini bahwa jin dan roh gaib tinggal di lembah ini. Banyak pelancong dan wisatawan datang ke tempat ini; terkadang mereka mendirikan kemah di pinggir jalan pada akhir pekan. Lembah ini merupakan tanah tandus yang dikelilingi banyak bukit di tiga sisinya, tanpa tanda-tanda kehidupan, dengan langit yang cerah.

Perbukitan berbatu di atas dasar berpasir sebuah lembah gurun dekat Madinah, dengan semak akasia dan jalur berkerikil
Perbukitan berbatu mengapit dasar lembah yang datar.

Lembah ini juga disebut Wadi Al-Baidah. Nama Wadi-e Jinn berasal dari makhluk yang dikenal sebagai jin. Jin dapat dijadikan penjelasan atas kejadian yang aneh atau misterius, dan mereka bisa berniat baik ataupun buruk.

Masuk akal jika penduduk setempat telah mengetahui keistimewaan tempat ini sejak lama, karena nama wadi tersebut sudah ada sebelum mobil dan jalan beraspal ditemukan. Banyak kisah juga menyebutkan bahwa pada malam hari jin terdengar memanggil manusia agar meninggalkan wadi.

Wadi-e Jinn dalam Al-Qur'an

Teks-teks Islam paling awal menegaskan keberadaan jin di lembah ini dan memuat sejarah Wadi-e Jinn. Jin disebutkan sekitar 29 kali dalam Al-Qur'an. Kitab suci ini memuat banyak kisah tentang mereka. Jin diyakini sebagai makhluk tak kasatmata yang hidup berdampingan dengan manusia, tetapi menjalani kehidupan yang berbeda. Mereka dapat terbang dan tercipta dari api tanpa asap.

Nabi Dawud AS meriwayatkan sebuah hadis yang menyebutkan bahwa Amir bertanya kepada Alqamah tentang kebersamaan Sayyidina Abdullah ibn Mas'ud radhiyallahu 'anhu dengan Nabi Muhammad SAW pada malam para jin. Dalam jawabannya, Sayyidina Alqamah radhiyallahu 'anhu menjelaskan bahwa mereka sebelumnya bersama Nabi Muhammad SAW, tetapi kemudian kehilangan kontak dengan beliau.

Mereka mencari beliau ke seluruh lembah dan bukit, tetapi tidak menemukannya. Mereka mencari pada malam hari dan mengira Nabi Muhammad SAW telah dibunuh atau diculik oleh jin. Beberapa waktu kemudian, menjelang fajar, mereka melihat Nabi Muhammad SAW datang dari Gua Hira.

Ketika seorang sahabat bertanya ke mana beliau pergi sepanjang malam, beliau menjawab bahwa seorang utusan datang mewakili jin dan beliau pergi bersamanya untuk membacakan Al-Qur'an kepada kaum jin.

Nabi Muhammad SAW kemudian menunjukkan bara dan jejak perjalanan.
Ketika jin bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang bekal mereka, Nabi Muhammad SAW memberi tahu bahwa setiap tulang yang disebut nama Allah di atasnya akan menjadi rezeki bagi mereka.

Begitu tulang itu berada di tangan mereka, tulang tersebut akan tertutup oleh epitel, sedangkan kotoran unta menjadi makanan bagi kawanan hewan mereka.

Al-Qur'an memuat banyak hadis dan ayat tentang Waadi-e Jinn. Karena itu, Wadi Jinn dihormati kaum Muslim sebagai lembah yang diberkahi dan melambangkan pengabdian mendalam Nabi Muhammad SAW. Mereka meyakini bahwa jin tinggal di lembah tersebut dan bertanggung jawab atas kejadian-kejadian aneh di sana.

Banyak penduduk setempat mengaku pernah singgah di lokasi itu setelah malam tiba dan mendengar suara mirip manusia yang berkata, “Ini bukan tempatmu”. Ini rumah kami.

Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan semua orang untuk tidak melakukan "istinja," yaitu membersihkan bagian depan dan belakang tubuh setelah buang hajat menggunakan batu pasir, kertas toilet, atau batu bersih sebagai pengganti air, karena benda-benda tersebut merupakan sumber makanan bagi jin.

Langit malam bertabur bintang di atas perbukitan gurun yang gelap
Jauh dari cahaya kota, langit malam gurun dipenuhi bintang.

Penjelasan Ilmiah 

Karena sejarah Wadi-e Jinn dalam Islam populer dibicarakan, wisatawan yang penasaran mencoba menelitinya dari sudut pandang ilmiah. Mereka mematikan mesin dan memindahkan persneling mobil ke posisi netral untuk menguji lokasi tersebut.

Mereka terkejut dan bingung saat mobil mulai bergerak ke arah atas. Disebutkan bahwa mobil dapat melaju hingga 120 km/jam tanpa dikemudikan siapa pun.
Air juga dituangkan ke jalan untuk mengamati fenomena aneh ini.

Penduduk setempat yang datang ke sini melihat air bergerak ke atas, bukan mengalir menuruni lereng. Para ahli geologi menyebut fenomena ini "gravitasi terbalik". Fenomena ini biasanya terjadi di sekitar pegunungan yang tersusun dari bebatuan. Menurut pendekatan ilmiah terhadap lembah ini, ada kemungkinan gaya magnet yang kuat menarik kendaraan seperti mobil dan roda, sehingga membuatnya bergerak dengan mudah.

Jalan aspal kosong membentang di antara perbukitan berbatu di gurun Arab
Jalan lembah adalah tempat pengunjung berhenti untuk mencoba efeknya.
Ilustrasi umum tempat ini yang dibuat dengan AI; tempat sebenarnya mungkin terlihat berbeda.

Menurut pandangan lain, tempat-tempat dengan medan magnet kuat dapat menimbulkan ilusi mental dan visual. Bentuk permukaan tanah membuatnya tampak seolah-olah menanjak, padahal sebenarnya menurun. Karena itu, banyak cendekiawan berpendapat bahwa lereng lembah yang menurun disalahartikan sebagai tanjakan.

Hotel dekat Al Masjid an Nabawi

Hotel dekat

Masjid Nabawi

Lihat harga